Sunday, June 21, 2015

Kajian Artiekl Ilmiah - Health Mashups: Presenting Statistical Patterns between Wellbeing Data and Context in Natural Language to Promote Behavior Change

Pada postingan kali ini saya akan mengkaji sebuah artikel ilmiah, sebagai Take Home Test 3 mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Berikut ini adalah hasil dari kajian yang saya lakukan, semoga bermanfaat.

Health Mashups: Presenting Statistical Patterns between Wellbeing
Data and Context in Natural Language to Promote Behavior Change

FRANK BENTLEY, Motorola Applied Research Center
KONRAD TOLLMAR, Royal Institute of Technology
PETER STEPHENSON, Humana
LAURA LEVY, BRIAN JONES, SCOTT ROBERTSON, ED PRICE,
RICHARD CATRAMBONE, and JEFF WILSON, Georgia Institute of Technology

DOI:http://dx.doi.org/10.1145/2503823

People now have access to many sources of data about their health and wellbeing. Yet, most people cannot
wade through all of this data to answer basic questions about their long-term wellbeing: Do I gain weight
when I have busy days? Do I walk more when I work in the city? Do I sleep better on nights after I work out?
We built the Health Mashups system to identify connections that are significant over time between
weight, sleep, step count, calendar data, location, weather, pain, food intake, and mood. These significant
observations are displayed in a mobile application using natural language, for example, “You are happier
on days when you sleep more.” We performed a pilot study, made improvements to the system, and then
conducted a 90-day trial with 60 diverse participants, learning that interactions between wellbeing and
context are highly individual and that our system supported an increased self-understanding that lead to
focused behavior changes.
Categories and Subject Descriptors: H.3.4 [Information and Storage Retrieval]: Systems and Software—
User profiles and alert services; H.5.2 [Information Interfaces and Presentation (e.g., HCI)]: User
Interfaces—Evaluation/methodology, natural language, user-centered design; J.3 [Life and Medical
Sciences]: Health
General Terms: Design, Experimentation, Human Factors
Additional Key Words and Phrases: Health, context, mobile, wellbeing, mashups
ACM Reference Format:
Bentley, F., Tollmar, K., Stephenson, P., Levy, L., Jones, B., Robertson, S., Price, E., Catrambone, R., and
Wilson, J. 2013. Health mashups: Presenting statistical patterns between wellbeing data and context
in natural language to promote behavior change. ACM Trans. Comput.-Hum. Interact. 20, 5, Article 30
(November 2013), 27 pages.

Pengkaji : Widyalita Rindiani

Jurnal ini berisi tentang  pembuatan aplikasi Health Mushup, yaitu aplikasi dibidang kesehatan yang mengidentifikasi hubungan antara berat tubuh, tidur, banyaknya langkah yang dijalankan per hari,  data kelendar, lokasi, cuaca, makanan serta  suasana hati. Yang nantinya akan menghasilkan data berupa grafik, saran, dan kesimpulan tentang tingkat kesejahteraan penggunanya dalam jangka waktu tertentu. Aplikasi ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki pola hidup pengguna kedepannya. Sebelumnya sudah ada aplikasi serupa, namun belum ada yang menyatukan data antara kegiatan fisik dan faktor pendukung lainnya tersebut serta memberikan grafik, wawasan baru, serta saran kepada pengguna.

Cara kerja aplikasi ini yaitu pengguna secara berkala dan rutin harus memasukkan data-data yang dibutuhkan oleh aplikasi secara manual. Lalu dari data yang telah dimasukkan, aplikasi akan memberikan kesimpulan berupa grafik, saran, dan kesimpulan. Contohnya, diakhir pekan Anda banyak mengkonsumsi makanan berat, sehingga diawal pekan mengalami kenaikan berat badan. Dari kesimpulan itu pengguna dapat mengetahui tingkat kesejahteraannya, dan mengambil langkah positif untuk mengurangi dampak negatif yang dialaminya tersebut seperti mengurangi porsi makan diakhir pekan.

Diawali dengan menggunakan penelitian percontohan yang dilakukan terhadap 10 peserta pada dua bulan di musim panas 2011. Hasil dari penelitian percontohan ini menunjukkan hasil yang saling berlawanan antara pengguna satu dengan yang lain dan adanya ketidak konsistenan data. Setelah ditelusuri ternyata hal ini disebabkan karena minimalnya interaksi pengguna dengan aplikasi ini. Pengguna tidak secara teratur memasukkan data-data yang dibutuhkan oleh aplikasi, mengakibatkan aplikasi sulit untuk menganalisis guna mendapatkan kesimpulan dan saran yang tepat untuk setiap pola kehidupan pengguna. Pada penelitian percontohan ini pengguna masih memasukkan data secara manual pada web yang disediakan.

Percobaan secara lengkap dilakukan terhadap 60 peserta dalam 90 hari. Pada percobaan kali ini peserta sudah dibekali dengan aplikasi mobile untuk mengisi data-data yang dibutuhkan. Selain itu, pada aplikasi mobile ini juga disediakan notifikasi pengingat untuk pengguna agar tidak lupa untuk mengisi data-data tersebut. Hasil dari percobaan secara lengkap ini jauh lebih baik dari penelitian sebelumnya. Interaksi antara pengguna dengan aplikasi jauh lebih banyak, pengguna tepat waktu dalam mengisi data yang diperlukan sehingga terjadi kekonsistenan data yang menghasilkan grafik, saran, dan kesimpulan yang tepat bagi pengguna, dan juga adanya perubahan perilaku pengguna kearah yang lebih baik sebagai dampak dari penggunaan aplikasi Health Mashup ini.

Hasil dari penelitian terhadap penggunanaan aplikasi ini yaitu peserta menjadi lebih sadar apa dampak asupan makanan, suasana hati, pola tidur, dan aktivitas, serta menciptakan strategi perubahan perilaku yang ditargetkan berdasarkan pengamatan langsung  yang signifikan yang ditunjukkan kepada mereka oleh sistem. Selain itu peserta juga dapat memfokuskan upaya perubahan dalam memperbaiki kesejahteraan hidup sebelumnya menjadi lebih baik.


Sunday, June 7, 2015

Help and Documentation - Kamusku

Permasalahan 1 : Tidak ada help dan dokumentasi

Aplikasi Kamusku ini hanya memiliki menu Dictionary, Bookmarks, History, Apps by Kodelokus, dan About. Tidak ditemukan adanya menu Help. Hal ini sangat fatal, karena menu Help sangat dibutuhkan untuk mengetahui cara menggunakan dn fungsi-fungsi dari menu aplikasi tersebut. Menu help ini sangat membantuk bagi user yang baru pertama kali memakai aplikasi ini dan berguna bagi user yang memiliki keterbatasan dalam menggunakan teknologi.



Hal yang perlu diperbaiki adalah dibuatkan menu Help sebagai pedoman untuk mempermudah user dalam menggunakan aplikasi Kamusku.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 4 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 4 ini adalah kesalahan yang terjadi fatal.



Permasalahan 2 : Tidak ada pengkategorian history berdasarkan waktu
Menu history dalam Kamusku merupakan dokumentasi dari kata-kata yang pernah dicari dan dibuka selama menjalankan aplikasi ini. Namun yang disayangkan adalah, tidak ada grouping history berdasarkan waktu. Menu history hanya mengurutkannya saja, yaitu kata yang terakhir dicari dan dibuka terletak dibagian atas.





Hal yang perlu diperbaiki adalah menambahkan keterangan waktu pada menu history.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 2 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 2 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan minor dan dapat diperbaiki dengan prioritas yang rendah. Kesalahan tersebut agak mengganggu dan mempengaruhi kerja user. Maka dari itu akan lebih baik jika hal tersebut diperbaiki.

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover From Errors - Kamusku

Permasalahan 1 : Ketika melakukan penerjemahan online jika data tidak ditemukan tidak ada informasi yang menjelaskan bahwa data yang dicari tidak ada.

Ketika kita melakukan pencarian pada salah menu penerjemah dan ternyata kata yang kita cari tidak ada maka kita akan diperintahkan untuk menerjemahkannya secara online degan cara menekan tombol "Translate Online". Setelah menekan tombol tersebut, user berharap akan menemukan jawabannya. Namun yang terjadi adalah kata yang dicari tetap tidak ditemukan dan tidak ada peringatan bahwa kata yang dicari tidak ada atau tidak ditemukan. Karena aplikasi ini intinya adalah pencarian bahasa, kesalahan seperti ini merupakan kesalhan fatal. Hal ini membuat user bingung karena tidak ada feedback dari aplikasi tentang yang user inputkan.




Hal yang harus diperbaiki adalah menambahkan pesan error pada penerjemah online, agar user tahu bahwa kata yang ia cari tidak ada atau tidak ditemukan sehingga dapat mencari kata yang lain.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 4 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 4 ini adalah kesalahan yang terjadi fatal.



Permasalahan 2 : Jika kata yang kita inputkan salah dan tidak ada pada kamus, penerjemah suara tetap akan menerjemahkan ke dalam suara.

Aplikasi Kamusku memiliki fasilitas penerjemah dalam bentuk suara. Pertama kita harus memasukkan inputan, kemudian tekan tombol speaker untuk mendengar cara membaca input yang kita masukkan. Ketika kita salah memasukkan inputan seperti, penerjemah suara tetap membacanya sesuai dengan inputan. Seharusnya penerjemah suara memberikan peringatan bahwa kata yang kita masukkan salah.



Hal yang perlu diperbaiki adalah suara yang diucapkan penerjemah suara ketika kata yang kita inputkan salah, dan tidak ada di kamus. Misalkan kita memasukkan kata "jkolololo" yang diharapkan adalah penerjemah suara akan memberitahu "Wrong word"

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 4 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 4 ini adalah kesalahan yang terjadi fatal.

Error Prevention - Kamusku

Permasalahan 1 : Ketika menginputkan keyword yang salah tidak ada peringatan kesalahan

Saat kita membuka salah satu menu penerjemah, misalkan penerjemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia (Eng-Ind) kemudian kita memasukkan inputan yang salah seperti tanda baca, tidak ada peringatan bahwa apa yang kita inputkan salah. Karena kamus ini adalah penerjemah kata, otomatis seharusnya ketika dimasukkan tanda baca, aplikasi ini akan mendeteksi kesalahan input.



Hal yang harus diperbaiki adalah dibuat pesan error ketika user salah memasukkan inputan, sehingga user tahu dari awal bahwa dia salah memasukkan inputan.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 3 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 3 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan mayor dan harus diperbaiki sesegera mungkin. Ini dikarenakan kesalahan tersebut sangat menyulitkan user.



Permasalahan 2 : Tidak ada deteksi bahasa otomatis untuk mencegah user salah mengartikan bahasa

Ketika user menginputkan kata dalam bahasa Inggris pada menu penerjemah bahasa Indonesia-Inggris, aplikasi tetap akan memprosesnya, begitu juga sebaliknya. Aplikasi seharusnya bisa mencegah kesalahan ini karena ada user yang mungkin tidak paham sebenernya tergolong bahasa manakah kata yang sedang dia terjemahkan. Selain itu juga, kesalahan ini dapat membuat bingung user.




Hal yang harus diperbaiki adalah dibuat pendeteksi bahasa otomatis, jadi tidak hanya kamus Inggris-Indonedia atau Indonesia-Inggris saja. Sehingga membantu user dalam menentukan bahasa apa yang sedang ia terjemahkan.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 4 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 4 ini adalah kesalahan yang terjadi fatal.

Consistency and Standard - Kamusku

Permasalahan 1 : Penggunaan bahasa pada menu penerjemah Indonesia-Inggris (Ind-Eng) yang tidak menggunakan bahasa Indonesia

Ketika kita membuka halaman penerjemah bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, pada kolom pencarian kata dan hasil pencarian terdapat tulisan "Enter words here" dan "Type the words to see the translation". Disini terdapat ketidakkonsistenan, karena kita membuka bagian kamus bahasa Indonesia, tetapi perintah yang tertulis dalam bahasa Inggris. Hal yang ditakutkan adalah akan mempersulit user yang tidak paham bahasa Inggris yang sedang mencari terjemah bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.



Hal yang perlu diperbaiki yaitu penggunaan bahasa untuk tulisan tersebut, sebaiknya diubah ke bahasa Indonesia menyesuaikan dengan kamus bahasa yang sedang dibuka yaitu kamus penerjemah bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 3 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 3 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan mayor dan harus diperbaiki sesegera mungkin. Ini dikarenakan kesalahan tersebut sangat menyulitkan user.



Permasalahan 2 : Pengurutan kata terakhir yang dibuka pada history dan kata terakhir yang disimpan pada bookmark berbeda

Jika kita melihat pada history, maka kata yang terakhir kita buka terletak pada bagian atas, sedangkan pada bookmark kata terakhir yang kita bookmark terletak di bawah. Disini terdapat ketidakkonssistenan antara keduanya.




Hal yang perlu diperbaiki adalah menyamakan pengurutan kata tersebut pada history dan bookmark, agar user tidak bingung ketika menggunakan bookmar dan history.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 2 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 2 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan minor dan dapat diperbaiki dengan prioritas yang rendah. Kesalahan tersebut agak mengganggu dan mempengaruhi kerja user. Maka dari itu akan lebih baik jika hal tersebut diperbaiki.



Permasalahan 3 : Penggunaan tombol enter pada keyboard

Pada saat user memasukkan kata pada kolom pencarian kamus, lalu user menekan tombol enter pada keyboard, maka pointer pada kolom pencarian akan turun ke bawah 1 baris. Hal ini berbeda dengan standard penggunaan enter pada aplikasi yang biasanya tombol enter itu merupakan pengganti tombol OK atau Yes. Hal ini dapat membuat user bingung dalam penggunaannya karena terbiasa menggunakan enter untuk pengganti tombol Ok atau Yes. Sedangkan kamus ini hanya bisa melakukan pencarian perkata, jadi menurut saya tombol enter untuk memindahkan pointer satu baris ke bawah tidak perlu.




Hal yang perlu diperbaiki adalah mengubah fungsi dari enter tersebut sebagai tombol OK atau Yes.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 2 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 2 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan minor dan dapat diperbaiki dengan prioritas yang rendah. Kesalahan tersebut agak mengganggu dan mempengaruhi kerja user. Maka dari itu akan lebih baik jika hal tersebut diperbaiki.

User Control and Freedom - Kamusku

Permasalahan 1 : Tidak ada konfirmasi keluar dari aplikasi ketika user sengaja atau tidak sengaja menyentuh tombol kembali

Ketika kita menggunakan aplikasi Kamusku, dan berada pada menu utama yaitu penerjemah bahasa Inggris ke bahasa Indonesia kemudian user menyentuh tombol kembali (back) pada smartphone mereka, maka aplikasi akan langsung keluar (exit) tanpa adanya peringatan terlebih dahulu. Sehingga apabila user belum selesai dalam menggunakannya, user harus membuka ulang aplikasi tersebut, dan menurut saya ini sangat mengganggu.



Hal yang perlu diperbaiki yaitu menambahkan konfirmasi apabila kita akan keluar dari aplikasi tersebut. Agar tidak menggangu user ketika menggunakan aplikasi ini

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 3 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 3 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan mayor dan harus diperbaiki sesegera mungkin. Ini dikarenakan kesalahan tersebut sangat menyulitkan user.



Permasalahan 2 : User tidak dapat memilih kata yang ingin dihapus dari history

History pada aplikasi Kamusku berisi kata-kata yang pernah user cari dan buka sebelumnya. Bagian ini bertujuan untuk membantu user melihat kata apa saja yang sudah pernah ia cari sebelumnya. Namun makin lama isi history ini akan semakin banyak seiring dengan banyaknya kata yang kita cari dan buka. Untuk itu terdapat fasilitas hapus history yang berada pada bagian pojok kanan atas. Sayangnya, dalam melakukan penghapusan kata di dalam history user tidak dapat memilih kata apa saja yang akan dihapus. Ketika user menyentuh icon keranjang sampah (trash) maka semua kata yang terdapat dalam history akan terhapus. Hal ini akan mengganggu user dalam melihat history kata. Tidak seperti yang terdapat pada history browser Google Chrome yang dapat memilih history web yang ingin dihapus.




Hal yang perlu diperbaiki yaitu menambahkan fasilitas select history yang akan dihapus, supaya user dapat memilih kata mana yang akan dihapus tanpa harus kehilangan semua kata dari history.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 3 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 3 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan mayor dan harus diperbaiki sesegera mungkin. Ini dikarenakan kesalahan tersebut sangat menyulitkan user.



Permaslahan 3 : Tidak ada kolom pencarian pada bookmark maupun history

Pada bagian bookmark dan history tidak ada pengurutan kata berdasarkan abjad. Apabila sudah banyak kata yang tersimpan pada bookmark dan history user harus meng-scroll sembari mengamati untuk menemukan kata yang dicari, hal ini akan mempersulit user dalam mencari kata pada kedua menu tersebut. Tidak seperti history pada browser Google Chrome yang memiliki kolom search untuk pencarian.






Hal yang perlu diperbaiki adalah menambah menu pencarian pada bagian bookmark dan history, agar user lebih mudah dalam mencari kata pada bagian bookmark dan history.

Berdasarkan severity rating menurut Jakob Nielsen, 1995, kesalahan ini saya klasifikasikan pada skala 3 dari skala 0 sampai 4. Maksud dari skala 3 ini adalah kesalahan yang terjadi merupakan kesalahan mayor dan harus diperbaiki sesegera mungkin. Ini dikarenakan kesalahan tersebut sangat menyulitkan user.

Heuristic Evaluation

Evaluasi Heuristic adalah evaluasi yang dilakukan oleh satu atau lebih expert terhadap produk dengan menggunakan pakem-pakem tertentu.

Menurut Jakob Nielsen, 1995, heuristic evaluation memiliki 10 kriteria, yaitu :
  1. Visibility of System Status
    Sistem harus menginformasikan kepada user tentang apa yang sedang terjadi pada sistem dalam bentuk feedback.
  2. Match Between System and the Real Word
    Terminologi yang kita gunakan dalam membuat aplikasi harus sama dengan terminologi lain.
  3. User Control and Freedom
    User dapat leluasa mencoba fitur yang ada dilengkapi error handling seperti undo dan redo.
  4. Consistency and Standard
    Sistem memiliki standard tertentu yang dimengerti oleh user sehingga meminimalisir membuat user bingung dalam menjalankan sistem tersebut.
  5. Error Prevention
    Pencegahan error atau kesalahan sedini mungkin yang dilakukan oleh user dengan menggunakan bahasa-bahasa yang dipahami oleh user.
  6. Recognition Rather Than Call
    Meminimalisir penggunaan ingatan user dalam menjalankan sistem.
  7. Flexibility and Efficiency of Use
    Memberikan fasilitas dan langkah-langkah kepada user untuk melakukan proses pada sistem.
  8. Aesthetic and Minimalist Design
    Design yang minimalis dan efektif yang sesuai dengan sistem.
  9. Help User Recognize, Diagnose, and Recover From Error
    Membantu user dalam mengetahui, mendiagnosa, dan memperbaiki dari kesalahan yang dilakukan. Hampir sama dengan error prevention, bedanya adalah kesalahan sudah terjadi.
  10. Help and Documentation
    Tersedia bantuan dan dokumentasi.
Dalam posting blog saya kali ini, saya akan membahas beberapa poin di atas dengan berdasarkan aplikasi Kamusku, poin yang saya bahas adalah :
  1. User Control and Freedom
  2. Consistency and Standard
  3. Error Prevention
  4. Help User Recognize, Diagnose, and Recover From Error
  5. Help and Documentation
Setiap pembahasannya dapat dilihat dengan meng-klik langsung poin-poin di atas. Cukup sekian, semoga bermanfaat.