Teknik ini dikemukakan oleh Aggeliki Soli, Naureen Mahmood, dan Michael J. Black dari Institut Max Planck, Jerman. Diawali dengan menangkap dan menyelaraskan scan 3D dengan resolusi tinggi dari 58 subyek manusia. Lalu hasilnya dihitung untuk memperoleh bentuk rata-rata masing-masing subyek saat bernafas, dan kemudian statistik perubahan bentuk tersebut dipelajari berdasarkan jenis kelamin,
bentuk tubuh, dan jenis pernapasan yang berbeda. Dalam pengambilan data ini mereka menggunakan volume scan untuk mengambil data volume paru-paru. Selain itu mereka juga mempelajari pemodelan lain yang berkaitan dengan volume dan jenis pernapasan ke deformasi 3D. Kemudian mereka menambahkan model body scape sehingga bentuk tubuh nantinya ditentukan oleh identitas, pose, dan parameter model pernapasan. Parameter ini memudahkan animator dalam membuat avatar manusia 3D
dengan gerakan pernapasan yang nyata. Mereka juga mengembangkan antarmuka baru untuk menganimasikan bernapas menggunakan spirometer, yang mengukur
perubahan volume pernapasan dari "aktor napas."



